Silahkan Melihat Karya-Karya yang Ada Pada Kami
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Humor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2009

Santri Kesayangan

Jumat sore, setelah shalat ashar, Gus Coy bersama dua orang temannya, Gus Iding dan Gus Mao, jalan-jalan ke kampung sebelah untuk menikmati cimplung, makanan khas di sana yang terbuat dari ubi yang dimasukkan ke adonan gula aren. Sore itu memang tidak ada jadwal pengajian yang harus mereka ikuti. Dengan penuh antusias, mereka tampak asyik bercanda, seakan-akan lupa dengan semua deretan catatan hutang makan di warung Bu Kasmah.

Tak terasa, hari sudah semakin senja dan waktu maghrib pun tiba. Sementara mereka masih berada di tengah pematang sawah, terdengar suara Pak Bau mengumandangkan azan. “Wah alamat terlambat nich!” gumam Gus Coy, ”

“Waduh, mana harus melewati rumah Pak Kyai lagi!” seru Gus Iding kebingungan juga. Agaknya terbayang di mata mereka gunting Azhari yang siap men-tashrif rambut mereka menjadi botak tidak karuan.

Berbeda dengan kedua temannya, Gus Mao terlihat tenang-tenang aja. Jangan kan takut, gelisah pun tidak. Dia malah mengajak Gus Coy dan Gus Iding untuk jalan santai saja, tidak usah terburu-buru. Maklum, Gus Mao dikenal sebagai santri kesayangan Pak Kyai, sementara Gus Coy dan Gus Iding dikenal sebagai santri yang bengal dan nakal, tapi harus diakui kalau keduanya pintar, terutama Gus Coy. Yah dia masuk dalam aliran al-sharf umm al-ulum wa al-nahw abuha.

La ilha ill allah, demikian Pak Bau mengakhiri iqamahnya. Pertanda shalat maghrib berjama’ah sudah aka dimulai. Sementara ketiga gus itu baru sampai dibelakang rumah Pak Kyai dalam keadaan kotor karena belum mandi. Mereka terus berjalan mengendap, dan apa yang mereka takutkan pun terjadi. Tepat di depan rumah Pak Kyai, mereka bertemu dengan pengasuh Sirajuddin itu. ” Heh, dari mana saja kalian!” gertak Pak Kyai yang belum menyadar kalu Gus Mao ada diantara mereka.” Maaf Pak Kyai, kami baru pulang dari kampung sebelah,” kata Gus Mao. Sadar kalau Gus Mao, Pak Kyai berkata, ” Oh, kamu Mao, ya udah cepetan mandi dan shalat berjama’ah. Dan kalian berdua, Gus Iding dan Gus Coy, setelah shalat langsung lapor ke kantor.”

Terbayang kembali gunting azhari yang mencukur bebebrapa rambut Gus Coy dan Gus Iding. Sementara Gus Mao berjalan tenang menuju biliknya, Gus Coy dan Gus Iding tampak menggerutu. Saat itu, Gus Coy berkata, ” Dasar Isim Ghairu Munsharif!” Meski tidak faham dengan maksud perkataan Gus Coy, Gus Iding tidak memperdulikannya. Mereka bertiga pun berlalau menuju ke bilik untuk mandi dan shalat maghrib.

Selesai shalat, Gus Coy dan Gua Iding melaporkan kesalahan mereka ke bagian keamanan, Azhari. Agaknya, Pak Kyai telah memberitahukan terlebih dahulu perihal kesalahan mereka berdua kepada sang algojo. Azhari pun sudah mempersiapkan gunting untuk mencukur rambut mereka berdua.

Assalamu’alaikum, seru mereka berdua sambil membuka pintu kantor. Azhari menjawab,”Wa’alaikumussalam, silahkanm masuk! Kenapa kalian berdua tidak mengikuiti shalat maghrib berjama’ah?” tanya azhari. Gus Coy menjawab,”maaf, tadi kami habis dari kampung sebelah.” Azhari berkata, “Tapi kamu tahu kan bahwa tidak mengikuti shalat maghrib berjama’ah adalah melanggar peraturan dan harus mendapatkan hukuman?!”" tahu,,,,” jawab mereka kompak namun pasrah.

“Sini, aku potong lagi rambut kalian, ” seru Azhari. Mereka berdua pun terduduk lemas, menerima hukuman dipotong rambutnya. Ketika Gus Iding mengadu bahwa Gus Mao juga ikut bersama mereka, Azhari cuma berkata, ” Gus Mao menjadi urusan Pak Kyai.! Mendengar jawaban Azhari spontan Gus Coy bersungut, ” dasar Jama’ Muannats Tsalim.! Gus Iding pun dibuat hetran untuk yang kedua kalinya.

Proses hukuman selesai, mereka berdua keluar untuk mengikuti kegiatan pengajian sebagaimana biasanya di depan kantor mereka bertemu dengan Gus Mao yang sedang menertawakan mereka berdua.” Rambut kalian kenapa? Kok pada belang-belang begitu? Habis dibotakin ya?” ejek Gus Mao. Gus Iding berkata kesal,! Iya nich kamu kok gak dapat hukuman. Padahal ke kampung sebelah kan atas ajakan kamu juga?! ” Gus Mao berkata, ! kata siapa, barusan aku juga dibilangin sama Pak Kyai tapi mendingan sich, enggak dibotakin kayak kalian. He…he…! mendengar itu, Gus Coy kembali bersungut dasar fi’il mudhari mutta akhir.”

Dibikin bingung untuk yang ketiga kalinya, Gus Iding menanyakan perkataan Gus Coy yang tidak bisa dipahaminya.! Apa sich yang kalian maksud dengan Isim Ghair Munsharif, Jama’ Muannats Tsalim dan Fi’il Mudhari Mu’tal Akhir ? agak heran, Gus Coy balik bertanya, masa kamu tidak paham dengan ketiga-tiganya sich? Pernah belajar ilmu Nahwu tidak?” kesal dengan respon Gus Coy, Gus Iding berkata kalau pengertian dari ketiganya sich aku tahu yang aku enggak ngerti, hubungan ketiganya dengan kejadian yang kita alami dan juga dengan Gus Mao.”

He…he…he… kalau itu sich kamu harus nyantri dua tahun lagi,’ ejek Gus Coy. ” Ya udah, kalau kamu enggak mau ngasih tahu. Aku enggak maksa kok,! Seru Gus Iding sewot.! Eee.. gitu aja marah. Aku nyeut Gus Mao dengan Isim Ghair Munsharif, Jama’ Muannats Tsalim, dan Fi’il Mudhari Mu’tal Akhir, karena dia selalu memperoleh perlakuan khusus. Ibarat Isim Ghair Munsharif karena hanya dialah yang dibaca fathah meski dalam kedudukan majrur . Bak Jamak Muannats Tsalim karena hanya dialah yang dibaca karah meski dalam kedudukan Nashab. Dan ibarat Fi’il Mudhari Mu’tal Akhir karena hanya dialah yang alamat jazm-nya dengan membung huruf illat. Dalam hal ini Gus Mao memiliki ketiganya. He…he…he… paham!”

Bingung dengan penjelasan Gus Coy, Gus Iding mengangguk sambil berkata,!

Oh… begitu toh maksudnya.




Sumber : www.osissmapdacis.wordpress.com

Sabtu, 12 September 2009

upps...salah curhat.(ciko & charlie)

Malam ini ciko duduk dikursi panas disebuah kafetaria,ia sedang berbicara empat mata dengan "NIA" cewek yang sudah menjadi pacarnya selama sebulan .kali ini ia mendapat kejutan yang sangat mengejutkan."kita putus !"ucap nia denga nada santai. "putus ,kok putus , sih ?desah cilo yang tadinya menyemburkan seisi mulutnya kemeja berlapis kaca."aku mau putus aja ,"sahutnya."tapi salah aku apaan ? tanya tio masih berkeras."banyak ! jawab nia."contohnya ?ciko terus ingin tau."kamu itu kekanak-kanakan.ciko menggelengkan kepalanya"masa sih ? tanyanya dengan wajah bingung."iya dan karena itu kamu selalu ngebuat aku malu ! katanya dengan sinis."emang gitu,ya? ciko menggaruk-garuk kepalanya.nia bangkit dari kursi"pokoknya kita putus ! menghentakan tangannya ke meja,lalu berbalik dan berjalan meninggalkan ciko yang wajahnya tak karuan. kos-kosan ciko dipenuhi dengan tisu yang menggulung,tapi banjir air matanya belum kering juga,tak puas akhirnya dia melemparkan semua benda didekatnya kesgala penjuru."aduh ! ada suara dari arah jam tiga."charlie bukannya lo kerumah nenek loe ? tanya ciko kepada temanya yang barusan ia lempar dengan jam waker tepat dikepalanya."gak jadi nenek gue udah sembuh ,"sahutnya sambil mengusap kepalanya."hah,kok bisa ? tanya ciko."mana gue tau ,"jawabnya."uhh..! desah ciko. menghempaskan tubuhnya kesofa didepan televisi."eh lo apain kosan kita jadi amburadul gini ?tanyanya. sambil menukikan pandangannya kebenda yang tepat ada dikakinya."cuma sedikit renovasi ,"jawabnya sambil menyalakan tv."renovasi apaan kayak begini ?desahnya dengan jengkel."ini tren terbaru penataan ruangan ." "dasar loe ,setress !!! ini lagi jam waker kesayangan gue." jam butut kayak gitu juga,"ucap ciko bersandar lemas."enak aja jam ini sudah punya banyak jasa ngebangunin kita sekolah !" "udah dech gak usah bahas itu ,gue lagi kesel ! tuntutnya."kenapa loe putus ama nia ,ya ? hingga membuat maa ciko melotot kearahnya."dari mana loe tau ? tanya ciko." ya ,iyalah kan loe selalu mewek klo di putusin cewek ." "huh jawaban lo ngejengkelin !kata ciko menekuk wajahny."kali ini alasannya ,apalagi curhat aja ama gue ! memberi usul."dia bilang gue kekanak-kanakan ." lalu loe ngerasa gak ? berjalandan duduk disebelah ciko."dikit."sahutnya."gue kan pernah bilang nia tuh gak baik buat loe ! kata charlie."iya sih, tapi nia itu cantik ,imute, lucu."lalu lo pikir loe atau nia ang salah sekarang? tanyanya."mungkin nia ,mungkin juga gue ! jawabnya ragu."hah,manknya lo juga ngerasa salah ? charlie heran."dikit." "dari tadi dikit-dkit mulu ,yang bener apaan ? melototi ciko."iya,gue yang salah ! lagi-lagi menekuk wajahnya."baguslah,"ucapnya sangat pelan."heh , apa kata loe tadi ? ciko mendengar pelan suara tadi."maksud gue bagus, kalo elo ngalah demi nia,"menggeserkan pandangannya."oh gitu," mengangguk-anggukan kepalanya."jadi intinya lo ngakuin sifat kekanak kanakan loe ,nih ?kata charlie mengangkat sebelah alisnya."ya,gitu dech ." "manknya loe rela nia sama orang lain ? tanyanya."ya,kalo nia bahagia,kenapa enggak ,"ucapnya."gak gue sangka lo bijak juga." "yee, baru nyadar loe??? sahut ciko berhenti menekuk wajahnya.ada suara ketukan dari arah pintu ,ciko bangkit dari kursi dan setelah ia membuka pintu ,ia kaget ternyata itu nia mantan pacarnya yang ngemutusin dia kemarin."hai,ciko !" sapanya lembut."sudahku kira kamu pasti kangen sehari aja gak ketemu aku," katanya dengan grnya."maaf tapi aku kesini bukan buat nemuin kamu." "jangan boong dech manknya siapa lagi klo bukan aku ? masih yakin akan dirinya.tiba-tiba charlie keluar."hai,sayang !"sapa nia padanya."sayang ??? ciko ternganga"sejak kapan kalian...???? "jadian maksud loe ? oh,ya gue lupa, gue kesini mau minta restu lo." "restu apaan ? ia semakin bingung."yang barusan kita obrolin ,masa loe lupa ,"sahutnya."jadi loe...???? "etzz...jangan marah lo kan dah setuju barusan !"ucapnya dengan senyum.ciko tak bisa berkata lagi ia termakan omongannya sendiri."and lo tenang aja gue bakal buat nia bahagia kok !"katanya.tapi....." ciko kalah telak."udah simpan aja tapi loe itu,gue mau ngedate ama nia dulu,lo jaga kosan kita yah!! berjalan lalu menggandeng tangan nia,ia berhenti sejenak lalu mengedipkan sebelah matanya pada ciko.sedangkan ciko hanya terdiam tapi dipikirannya ,ia berteriak habis-habisan,karna tertipu oleh curhat konyol charlie itu.



Oleh : Ridho
Template Design by faris vio